Bila merasa manfaat dengan artikel di blog ini, silahkan bagikan (share) di sosmed kaliah. Terimakasih.

Makna Rukun Islam Dalam Pembentukan Keperibadian Seseorang


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Di zaman yang modern ini, budaya barat semakin berkembang di Indonesia. Kita sebagai seorang muslim seharusnya dapat mengimplementasikannya rukun islam dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mudah terpengaruh kedalam pergaulan yang sudah tidak terkendali baik di daerah perkotaan maupun di daerah desa. Pergaulan itu seperti mengikis keimanan atau akidah setiap insan sedikit demi sedikit bahkan dapat menghilangkan keimanan atau akidah dari setiap diri manusia. Maka rukun islam sangat dibutuhkan karena mempunyai peranan yang baik dan penting dalam pembentukan keperibadian.

1.2. Rumusan Masalah
  1. Apa itu rukun islam?
  2. Apa makna rukun islam dalam pembentukan keperibadian?
1.3. Tujuan Penulisan
  1. Mengetahui apa itu rukun islam.
  2. Mengetahui makna rukun islam dalam pembentukan keperibadian.
1.4. Metode Penulisan
Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode literatur yaitu dengan mengkaji buku sebagai acuan yang sesuai dengan pembahasan dan browsing data di internet.

1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, meteode penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini dibahas mengenai definisi jaringan komputer, jenis jaringan komputer, topologi jaringan komputer, peralatan yang dibutuhkan dalam membangun jaringan komputer, software yang dibutuhkan dalam membangun jaringan komputer, contoh aplikasi jaringan komputer serta manfaat jaringan komputer.

BAB III PENUTUP
Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Rukun Islam 
Rukun islam Rukun artinya: tiang atau bagian yang pokok. Sesuatu tidak akan menjadi atau berdiri tegak, bila bagian-bagian yang pokok atau Rukunnya tidak cukup.


عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الَّرحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهِ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ. (رواه البخاري و مسلم)

Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku pernah mendengar Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima pekara. Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melaksanakan ibadah haji, dan berpuasa Ramadhan”. [HR Bukhari dan Muslim].

Rukun Islam itu ada 5 perkara :

1. Mengucap Dua Kalimat Syahadat
Makna syahadat adalah mengetahui dan meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya masuk surga dan siapa yang mendurhakainya masuk neraka.

2. Mendirikan Shalat
Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimana tempat bermunajad dan berdoa. Shalat juga menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim untuk berbuat keji dan mungkar. Seperti yang terdapat dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 45, yang artinya:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS : 29 Ayat 45)

Shalat juga merupakan tiang agama dan sebagai rukun terpenting islam setelah dua kalimat Syahadat. kalau di misalkan dengan angka, amalan amalan baik yang dilakukan itu seumpama dengan angka 0 (Nol) sedangkan shalat sendiri merupaka angka 1 (Satu). Jadi singkatnya angka 0 (Nol) atau amalan  amalan yang baik tidak akan berguna apabila tidak ada angka 1 (Satu) atau tidak mendirikan Shalat. 

3. Mengeluarkan zakat

Zakat ada 2 yaitu :
  • Zakat fitrah, adalah menurut bahasa artinya membersihkan diri atau jiwa, sedangkan menurut istilah adalah mengeluarkan harta yang berupa makanan pokok yang mengenyangkan, untuk diberikan kepada yang berhak menerima, sebesar 2,5kg atau 3,1liter per jiwa
  • Zakat mal menurut bahasa bagi membersihkan harta, sedang menurut istilah adalah mengeluarkan sebagian harta dari simpanan, hasil usaha, pertnian, pternakan, atau hasil usaha jasa profesi untuk membersihkan kumpulan harta itu dari hak orang lain terdapat didalamnya dan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya.
4. Melaksanakan puasa
Puasa adalah menahan dari makan, minum, dan ijma (mendatangi istri) dimulai berniat puasa sebelum waktu subuh atau fajar terang hingga terbenamnya matahri. Puasa dikerjakan selama bulan ramadhan.

Manfaat puasa :
  1. Merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintahNya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan minumnya demi Allah. Hal itu diantara sarana terbesar mencapai takwa kepada Allah SWT.
  2. Adapun manfaat puasa dari sudut kesehatan, ekonomi, sosial, maka amat banyak tidak ada yang mengetahui selain mereka yang berpuasa atas dorongan aqidah dan iman.
5. Haji
Haji menurut syar’i ialah mengunjungi Baitullah di Makkah al-Mukaromah dalam bulan-bulan haji kerana mengerjakan tawaf, sa’i dan wukuf di Arafah sesuai ketentuan syarat-syaratnya serta menunaikan segala wajib-wajibnya.

Bagi orang yang mampu dalam islam disebut istitaah yang berarti memiliki kemampuan untuk melaksanakan haji diantaranya :
1. Mempunyai biaya yang cukup untuk haji.
2. Ada kendaraan yang layak baik melalui darat, laut, dan udara.
3. Aman dalam perjalanan atau tidak dalam keadaan perang dan sehat badannya.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, kelima hal tersebut adalah asas iman terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah SAW, seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, dan empat tiang lainnya adalah tiang-tiang pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah itu tidak akan berdiri tegak. Apabila salah satu dari ke empat tiang lainnya tidak ada, kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin akan rubuh.


2.2. Makna Rukun Islam Dalam Pembentukan Keperibadian
Keperibadian adalah karakteristik seseorang, karakteristik tersebut seperti cara bertindak, minat, kemampuan, intelektual, dan sikap pada umumnya. Gabungan seluruh karakteristik itulah yang membentuk keperibadian.

a. Makna rukun islam yang pertama “Mengucap Kalimat Syahadat”
Syahadah adalah Agreement. Yaitu perjanjian antara seorang muslim dengan Allah SWT. Dengan menyatakan Laa ilaaha illallah, seorang muslim telah siap untuk bertarung melawan hidup, menghadapi cobaan dan melawan segala bentuk illah di luar Allah. Dengan syahadat seseorang bersedia melaksanakan segala konsekuensi sebagai seorang muslim, termasuk melaksanakan apa-apa yang merupakan kewajibannya. Itulah sebabnya mengapa seseorang tidak wajib mengerjakan shalat, zakat, shaum dan haji, sedang ia bukan seorang muslim, sedangkan ia belum bersyahadat. Karena sebelumnya shalat, zakat, shaum dan haji merupakan suatu training center yang telah dipersiapkan Allah sesuai dengan motivasi, tujuan dan cara hidup seorang muslim. Kelima rukun Islam tersebut masing-masing merupakan suatu paket training dan masing-masing memiliki sasaran pencapaiannya sendiri, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing saling melengkapi, membentuk kekuatan dan ketinggian seorang muslim serta kelengkapan bagi Penegakkan Aturan Hidup Islam di atas aturan hidup lain.

b. Makna rukun islam yang kedua “ Shalat”
Shalat bertujuan agar setiap muslim mengetahui, memahami, menguasai dan mengamalkan dalam setiap lintasan hati, pemikiran, ucapan dan tindakannya bahwa setiap sendi kehidupan ini adalah dalam rangka sujud atau beribadah kepada Allah. Karena pengertian ibadah dalam Islam berbeda sekali dengan ibadah dalam agama-agama lain. Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada praktek-praktek ibadah khusus/ritual saja, tapi juga mencakup seluruh aktivitas hidup manusia. Apabila tujuan hidup kita adalah mengabdi pada Allah, maka hendaklah kita memandang seluruh fenomena hidup ini sebagai tanggung jawab moral yang berdimensi banyak. Seluruh tindakan kita, bahkan yang tampaknya kecil, harus dilakukan sebagai tindakan pengabdian kepada Allah.

c. Makna rukun islam yang ke tiga “Zakat”
Zakat bertujuan agar setiap muslim mengetahui, memahami dan mengamalkan bahwa setiap harta dan rezeki statusnya adalah milik Allah dan setiap muslim berkewajiban untuk menegakkan keadilan sosial. Salah satu kriteria orang yang bertakwa adalah menginfakkan sebagian rizki yang telah Allah berikan. Dan setiap muslim hendaknya sadar bahwa mereka hanya diberi amanah untuk menguasai, tapi kemudian berkewajiban untuk menginfakkannya.

Allah telah mengatur bahwa di dalam harta-harta kita sesungguhnya terdapat hak-hak orang lain. Dengan berzakat sesungguhnya seseorang telah membersihkan hartanya dari sebagian kecil harta yang bukan menjadi haknya. Kalau kita mempelajari dengan sungguh-sungguh sistem zakat ini, niscaya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa dia merupakan konsep dasar tata ekonomi dalam Islam. Penjabaran konsep ini insya Allah merupakan solusi tata ekonomi dunia di masa yang akan datang. Seperti hadist berikut: “Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun alaih)

d. Makna rukun islam yang ke empat “Puasa”
Puasa bertujuan untuk membebaskan muslim dari perbudakan kebiasaan, baik secara jasmani maupun rohani. Perbudakan kebiasaan terhadap jasmani manusia dapat dilihat dari pola perilaku makannya. Dengan shaum seorang muslim siap untuk makan kapan saja sesuai dengan yang Allah rizkikan kepadanya. Betapapun laparnya, seorang muslim tidak akan mencuri. Dengan training shaum ini seorang muslim dapat ikut merasakan kesulitan orang kecil yang belum tentu dalam seharinya selalu bertemu dengan nasi. Perbudakan kebiasaan terhadap ruhani terlihat dari kenyataan bahwa sebagian besar manusia lebih banyak memperturutkan hawa nafsu / syahwat daripada ketinggian ruhaninya.

Terbukti segala macam bentuk akhlak dan perilaku, baik perkataan maupun perbuatan yang tidak Islami sebenarnya didasari oleh hawa nafsu. Semata-mata mengikuti pikiran dan perasaan bukan didasari oleh petunjuk. Orang yang selalu dibimbing petunjuk, akhlak dan perilakunya tentu mencerminkan ruhani Islam yang tinggi jauh dari perbuatan keji. Dalam shaum, seseorang dilatih untuk tidak berbuat bahkan berkata keji karena akan merusak shaumnya (Hadits :"Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya lapar dan dahaga"). Begitu pula, setelah Ramadhan berlalu apa yang kita latih dalam bulan suci tersebut seharusnya kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

e. Makna rukun islam yang ke lima “Haji”
Haji bertujuan agar setiap muslim memahami dan mengamalkan persatuan dan persamaan derajat, baik secara fisik maupun spiritual dalam hubungan dengan sesama manusia. 

Kesatuan dan persamaan derajat secara fisikal yang ingin dicapai oleh training haji dilatihkan pada saat wukuf di Padang Arofah. Tidak ada perbedaan warna, bahasa, bangsa dan kedudukan sosial pada waktu itu. Semua sama di hadapan Allah, semua mengharapkan ampunan dan rahmat-Nya. Mabrur tidaknya haji seseorang diukur dari seberapa jauh seseorang menegakkan nilai-nilai persatuan dan persamaan derajat yang telah dikerjakan dalam training haji ke dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti yang tedapat dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 27 yaitu:

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh”

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Rukun islam ada 5 yaitu: Mengucapkan 2 kalimat Syahadat,Menegakkan Shalat, Menunaikan Zakat, Puasa, dan Haji. Di masa sekarang ini kita sebagai seorang muslim harus dapat mengimplementasikan rukun islam dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mudah terpengaruh kedalam pergaulan bebas sehingga kita dapat menjadi pribadi yang berakhlak baik dan menjadi seorang muslim yang seutuhnya.

3.2. Saran
Dengan penyusunan makalah ini, kami berharap kepada pembaca, khususnya para mahasiswa berikutnya dapat mengembangkan makalah ini supaya lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti serta semoga pengetahuan mengenai Makna Rukun Islam dalam Pembentukan Keperibadian ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun, agar kami dapat menyusun makalah lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Azra, Azyumardi dkk, 2002. Buku Teks Pendidikan Agama Islam,Jakarta: Departement Agama RI.
M.Daud Ali.1998. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Muhammad Maulana: 2006, Himpunan Fadhilah Amal.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon